Memiliki
anak yang cerdas dan menjadi pusat perhatian para guru ataupun teman-teman nya
merupakan impian setiap orang tua. Bahkan banyak orang tua yang sengaja
mengirimkan anak-anak nya ke tempat les privat walaupun harus merogoh kocek
yang cukup besar. Dan tak jarang pula banyak orang tua yang memaksakan
anak-anak nya mengerti terhadap apa yang tidak ia mengerti, bahkan sampai
berujung kekerasan. Khususnya pelajaran matematika yang biasanya menjadi momok
yang menakutkan bagi para anak. Karena memang matematika merupakan pelajaran
yang sangat penting dan mutlak sama dengan pengajaran di seluruh dunia. Nah,
disini saya memberikan beberapa cara agar anak pintar matematika tanpa
kekerasan :
1.
Memperkenalkan
angka-angka pada anak
Usahakan para orang tua menyuruh anak sekaligus
melatih dan membantu anak untuk menghafal angka-angka. Karena sebelum anak
melakukan perhitungan matematika sebelumnya ia harus mengetahui angka-angka
terlebih dahulu. Latihlah anak belajar menghafal angka sejak dini sehingga
untuk kedepannya dapat mempermudah anak belajar matematika.
2.
Dengan
menggunakan lagu
Sebenarnya lagu yang diberikan untuk
anak boleh saja bervariasi atau diciptakan oleh diri sendiri. Ini adalah salah
satu contoh lagu ciptaan Harry SS, yang berjudul "Satu Ditambah
Satu":
satu ditambah satu
sama dengan dua
dua ditambah dua
sama dengan empat
empat ditambah empat
sama dengan delapan
delapan ditambah delapan
sama dengan enam belas
satu dikali satu
sama dengan satu
dua dikali satu
sama dengan dua
tiga dikali satu
sama dengan tiga
empat dikalikan satu
sama dengan empat juga
ayo kawan belajar berhitung
ayo ayo ayo
siapa dapat pasti anak yang pintar
ayo kawan jangan malas engkau belajar
(aku tidak malas)
nanti kamu bisa tidak naik kelas
3.
Diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari
Sesuai dengan kata pepatah bahwa
"Alah bisa karena biasa", berarti segala sesuatu akan bisa dilakukan
bahkan bisa dikuasai apabila sudah biasa dilakukan. Apalagi untuk seorang anak,
yang bisa kita sebut sebagai seorang Plagiat Profesional. Apapun kan ia
lakukan apabila sudah mencontoh orang-orang yang lebih dewasa darinya.
Contohnya:
Setiap
bermain dengan anak diusahakan menerapkan ilmu matematka dalam permainannya,
sehingga dapat melatih daya ingat anak mengenai cara-cara berhitung dari dasar.
Salah satu contohnya, apabila sedang bermain lalu bertemu dengan sekempulan
anak ayam maka tanyakanlah jumlah ayam yang ada dalam perkumpulan tersebut,
walaupun jawaban anak salah maka berilah jawaban yang benar dan jelaskanlah
cara menghitungnya.
4.
Berikan
anak hadiah
Untuk
memberikan anak motivasi belajar matematika yang sangat ditakutinya, maka
berikanlah mereka hadiah sbagai reward atas pencapaian nya. Karena reward
tersebut sebagai bukti bahwa kerja keras nya telah membuahkan hasil dan sudah
pasti sangat bermanfaat bagi dirinya sendiri. Karena untuk awal-awal mereka
butuh semacam motivasi dan dukungan untuk belajar, apalagi untuk anak-anak itu
adalah masanya untuk bermain bersama teman-temannya. Dan untuk orangtua jangan
melarang mereka bermain karena itu adalah hiburan untuk anak seumurannya, namun
jangan lupa untuk mengingatkan mereka agar senantiasa belajar dalam keadaan
apapun. Dan untuk menambah semangat belajar mereka maka berikanlah reward.
5.
Berikan
mereka les
Untuk
orangtua yang memang memiliki ekonomi yang cukup untuk memberikan les kepada
anak-anaknya maka berikanlah les pada mereka sehingga menjadi jembatan untuk
melatih kemampuan otak anak. Namun berikanlah les yang memiliki prinsip belajar
Learn and Play, sehingga para anak tidak akan merasa bosan untuk
mengikuti pelajaran nya.
Mungkin
itu saja beberapa masukan untuk membuat anak pintar matematika tanpa kekerasan.
Karena kekerasan bukanlah pintu untuk membuat anak meraih kesuksesan,
berikanlah mereka pelajaran dengan menggunakan cara yang lembut dan sesuai dengan
umur mereka.
Semoga Bermanfaat!

